Search...>>

4.29.2014

Amphibian Survey & a biodiversity check-list in the Heart of Borneo, Central Kalimantan


It took three days for us to arrive in Bukit Batikap conservation forest, a local protected area as our destination for amphibian survey. We reached Bukit Batikap in the upstream of Posu River using three different modes of transportation; by air, land and water. With only two hours flight from Jakarta, we arrived at Tjilik riwut airport in Palangkaraya around 2 pm in local time, it was on Friday 28th March 2014, and it was a very unpleasant flight anyway,due to the poor weather condition with lots of air turbulence during the flight.

As we arrived in Palangkaraya, we stayed two nights in hotel for logistics and transport preparation, and to be in contact with BOSF (The Borneo Orangutan Survival Foundation). We will visit their location for the survey in Central Kalimantan, a protected forest under Murung Raya District, so then we had to prepare letters for Dinas Kehutanan and also BKSDA in order to get the expedition's paper work done.

In the third day, we left Palangkaraya around 11.00 am and heading to Tumbang Lahun, approximately  8 hours by double-cabin cars and then continued by motor-boat (called Ces locally) to Batu Ampar. We crossed several rivers, drifting in muddy road, while enjoying the fascinating view of the landscape.


Driving from Palangkaraya - Tumbang Lahun
Crossing a reddish rocky river, on the way to Camp B 
It is supposed to be a three hour trip to reach Batu Ampar from Tumbang Lahun, but due to the heavy rain last night, the river was so over flowing with water, plus logs and litters so it was really hard for the boat to move around in the river especially at night!!. We finally reached Batu Ampar at 06.00 am in the morning, instead of three hours, it took us a whole night slithering along Barito River. 
We waited around 2 hours in Ampar to prepare the transportation to Camp B using two double cabin cars; Strada and hartop. It seems impossible using ordinary cars for the trip due to the badly unpaved logging road that has been constructed and used by logging and coal mining companies.  We reached camp B in 6-7 hours from Batu ampar. 

9.01.2012

Cairns Festival 2012

I was taking a rest at my room, waiting for breakfasting (it was the last day of Ramadhan 2012) when my house-mate called me in a late Saturday afternoon. He informed me that in coming minutes, Cairns Festival will be started in the Esplanade Beach near to Cairns City Mall, only 15 minutes from my house by bike. In no time, I went online from my room just to check what was the event about, what to see there and what should I bring. This is one of best things in a developed country such as Australia, everything is on the webs.

I was excited when I knew that there will be a big fireworks in the beach in the evening, So, I prepared my Camera, tripod and other stuffs, this what I was waiting for so long!!!

Cains Festival is an annual event that has been held since 1967 as the Cairns Tourist Festival in order to attract more tourist to visit Cairns. It draws thousands of people every year to enjoy the seaside city.

A gorgeous chalk drawing painted by a Japanese artist

I almost there when I saw crowded people on the road banks, they were watching a long parade. It seemed that the festival already begun. I pushed my bike harder to get there as soon as possible. As a arrived, I put my bike and chained it on the roadside together with other bikes.

3.29.2012

Cairns, the city where I study

Wah sudah lama tidak posting, padahal amunisi banyak yang mau dilepaskan namun belum sempat dioah. Sibuk dengan dunia baru sebagai mahasiswa baru, punya teman baru dengan lingkungan yang baru pula. SO exciting as well as frustrating dengan banyaknya tugas dan list journals dan buku yang harus dibaca. Tapi saat ini my brain under maintenance jadi cukup sekian dulu belajarnya, mari bersenang-senang sejenak melihat pemandangan kota Cairns in Far North Queensland.



Cairns adalah salah satu kota tujuan wisata yang populer di Australia karena iklim tropisnya dan juga pesona The Great Barrier Reef. Terletak di Queensland yang merupakan bagian Australia terbesar kedua dalam hal ukuran. Daerah ini beriklim tropis hampir mirip dengan Indonesia karena hanya mengalami dua musim saja tetapi kadang kala ada tambahan musim yakni musim badai. Tahun lalu (2011) daerah ini diterjang Cyclone Yasi dengan kecepatan angin 215km/jam yang meluluhlantakkan sebagian daerah Cairns dan Townsville. Dan beberapa hari lalu Townsville juga diterjang badai tornado kecil, tetapi tidak sampai ke Cairns. Cukup untuk cerita sedihnya, mari kita lihat segi keindahan kota ini. Saya baru sempat jalan-jalan kebeberapa tempat saja, salah satunya adalah Esplanade Beach. 



Esplanade at day and night

2.19.2012

Ross River Park, Townsville


Ross River adalah sebuah sungai besar yang terletak di Northern Queensland yang mengalir dari Ross River Dam  melewati Townsville menuju Coral sea di Samudera Pasifik. Sungai ini adalah jalur air utama dan juga salah satu sumber air minum di Townsville (sumber). Letaknya tidak jauh dari rumah tempat saya tinggal sewaktu di Townsville beberapa waktu lalu. Tepatnya di Cranbrook dekat dari Nathan's bridge yang melintas diatas sungai Ross River. 
Di akhir pekan atau hari libur tempat ini banyak dikunjungi tourist baik local maupun asing. Banyak hal yang bisa dinikmati disekitar sini seperti memancing, berenang, perahu kanoe dan olah raga air lainnya. Tempat yang nyaman untuk bersantai dan bercengkrama dengan keluarga atau sahabat di pinggiran sungai. Dan tentunya gratis, semua bisa dinikmati tanpa harus mengeluarkan satu sen dollar. 


Nathan's Bridge, Townsville

2.13.2012

Magnetic Island in Great Barrier Reef

Magnetic Island, begitulah warga lokal menyebut pulau ini, konon katanya nama pulau ini diberikan oleh Kapten James Cook di abad ke-18 dikarenakan daya tarik magnetic dari pulau ini telah mengganggu sistem navigasi kapal mereka. Kapten James Cook adalah orang eropa pertama yang menjejakkan kakinya di benua Australia  pada tahun 1770. Pulau ini terletak di gugusan pulau-pulau yang berada di kawasan Great Barier Reef yang terkenal dengan corral reefnya. Tempat yang cocok bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu menikmati keindahan alam atau wisata petualangan baik di darat maupun di laut. Karena penasaran, saya bersama teman-teman pergi berwisata ke daerah ini karena disamping lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota Townsville, transport menuju ke pulau ini relatif murah untuk kantong mahasiswa. 

A Journey to Magnetic Island

2.04.2012

Billabong Sanctuary (Australian Native Animal Wild Park)



http://www.billabongsanctuary.com.au/
Cuaca pagi itu sangat mendung, tapi tidak mampu menghambat langkah kaki untuk mengunjungi Billabong Sanctuary yang merupakan salah satu Australian Wildlife Park yang berada di Selatan Townsville, lebih kurang 17 Km dari pusat kota. Field trip ini disediakan oleh AusAid sebagai tambahan dalam program Introductory Academic Program (IAP) untuk mahasiswa penerima beasiswa AusAid yang akan study di JCU mulai pertengahan bulan Februari ini. Bagi saya kegiatan ini hanya untuk refreshing sejenak dan melupakan tugas essay yang tak kunjung selesai dan juga bisa menambah pengetahuan mengenai satwa liar endemik atau eksotis Australia coz I love Wildwlife :D. 

Perjalanan menuju tempat ini hanya 20 menit dari Kampus James Cook University (JCU) dengan menggunakan bus bersama 32 International student lainnya. Tempatnya tidak begitu luas, hanya sekitar 11 Ha dengan kondisi vegetasi mixed ecosystem tropical bushland dan wetlands dengan pohon-pohon yang didominasi oleh jenis Eucalyptus sp .

1.25.2012

Reef HQ, The Great Barrier Reef Aquarium

Ini adalah tempat kedua setelah Townsville Aboriginal and Torres Strait Islander Cultural Centre yang dikunjungi dalam kegiatan safari AUSAid JCU Students hari Jumat lalu. Lokasinya bersebelahan dengan Aboriginal Cultural Centre di pusat kota Townsville. Merupakan akuarium terumbu karang terbesar di dunia, bukan hanya dari segi ukurannya saja yang membuat takjub, juga karena akuarium ini dimodifikasi sedemikian rupa sehingga para penghuni aquarium juga mengalami peristiwa alami seperti panas, dingin, hujan bahkan badai yang mirip dengan keadaan alaminya di Great Barrier Reef. Saat ini RHQ menjadi rumah bagi 130 jenis karang, 120 species ikan dan ratusan species  bintang laut, mentimun laut, landak laut, brittle star, sifut, cacing laut, ubur-ubur dan sebagainya. 
Tempat ini cocok untuk para pengunjung yang mau melihat para penghuni The Great Barrier Reef tanpa harus jauh-jauh bepergian ke Utara Queensland dengan biaya yang pasti lebih mahal dan pastinya akan menyita waktu, ditambah lagi cuaca diluar yang kadang tidak begitu bersahabat dan berbahaya karena suhu udara bisa mencapai 35-40 derajat Celcius disiang hari.